SholehShare | BLOGnya SEORANG DOKTER

Menuju Pelabuhan Makassar dengan Kapal Gunung Dempo

Senin, 28 Oktober 20130 komentar


Menikmati Perjalanan Dari Pelabuhan Tanjung Perak Menuju Pelabuhan Makassar Menggunakan Kapal Gunung Dempo

Catatan Perjalanan Sulawesi Selatan #Hari Ke-2 (21 Agustus 2013)

Tepat jam 4.00 pagi ketika semua pada masih tidur, perut saya merasakan mules *bertanda ada sesuatu yang harus dibuang. Saya pun keluar pelabuhan mencari kamar mandi, dan akhirnya ketemu walaupun kamar mandi berbayar. Sampai dikamar mandi berbayar saya harus menahan sesuatu yang harus saya buang, *Antreeee Bang

Saat itu saya antrean ke 4 dari 2 kamar mandi untuk BAB yang sedang dipakee. Di kamar mandi berbayar ini ada 4 kamar mandi, 2 Kamar mandi buat mandi /BAK dan 2 kamar mandi buat BAB. Untuk sekali mandi bayar Rp2000, sekali BAK bayar Rp1000, sekali BAB bayar Rp2000 *Sekedar Info Bang

Selesai BAB, Adzan shubuh terdengar (tanda masjid sudah kembali dibuka), saya langsung bergegas menuju masjid untuk menunaikan kewajiban. Selesai sholat, perut saya kembali mules (Akibat Belum Tuntasnya BAB Pada Tahap 1), saya pun kembali ke kamar mandi berbayar. Sampai di kamar mandi berbayar, saya harus mengantre lagi. Ketika mengantre, 3 orang di depan saya ngobrol tentang suasana hatinya, kira-kira obrolannya seperti ini : 

Orang Pertama : "Mosok pelabuhan gedene sakmene kamar mandine gur siji, yo jelas ngantrine dowo. Nek ngono kae jelas ra kuat le nahan tenan nek aku" 
Orang Kedua : "Kudune sing do kebelet dikon demo wae og?" 
Orang Ketiga : "Pye carane le demo?"
Orang Kedua : "Layo gampang, sing do kebelet ngising, di kumpulke dadi siji terus do ngsing bareng bareng neng njero pelabuhan"

HAHA-HAHA-HAHA (semua yang antre pun tertawa)

*Kalau Gak Tau Maksudnya Bisa Translate Klik Di Sini 

Setelah selesai BAB, saya pun kembali ke dalam pelabuhan, Jihan dan Rio ternyata telah menunggu lama saya. Karena kita memang shift shift an dalam menjaga barang di dalam pelabuhan *Sori Mules Coy...
KM Gunung Dempo
Tiba pukul 9.00 pagi, KM GUNUNG DEMPO terlihat bersandar. Kita pun bergegas menuju kesana. Untuk masuk kapal ini, kita antri dulu untuk pengecekan isi barang. Setelah pengecekan barang selesai, ketika mau masuk lewat tangga kapal, desak desak an pun dimulai. Untung ada bapak tentara yang mengatur penumpang masuk kapal *kalo gak salah namanya Pak Agus. Pak Agus ini mengatur dari atas samping tangga pintu masuk, jadi kalau ada penumpang yang ngeyel tidak tertib, pak agus langsung mengayunkan sambetan pecut dari atas  ke penumpang yang ngeyel, *kalau kena kepala lumayan juga itu.
Gambaran Antre Masuk
(www.antarafoto.com)
Ketika sudah masuk ke dalam kapalnya, tempat yang kita lewati sudah penuh dengan orang yang menempati (padahal ditiketnya ekonomi ada keterangan dapat tempat duduk). Konon dapat info dari orang orang disekitar, katanya hari itu  tabrakan dengan arus balik idul fitri, katanya..... 

Karena tempat sudah penuh ditempati, kita pun mencari tempat yang kosong, dan akhirnya dapat di dek 7 kapal di bagian luar (dek kedua paling atas).
Rute Perjalanan KM Gunung Dempo
Setelah sudah mendapat tempat yang akan kita tempati selama 1 hari 1 malam, kita pun segera membuat teduh teduhan an *karena dek 7 beratapkan awan dan berdinding angin.

Share this article :
 
Support By : SholehShare | BLOGnya SEORANG DOKTER | SholehShare
Copyright © 2011. SholehShare - All Rights Reserved